BID’AH DAN BAHAYANYA

Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih]

Banyak orang ketika ada orang yang mengatakan tentang bid’ah sudah berpikiran orang ini orang radikal, menyimpang, dan lain-lain. Tapi apakah kita sudah tahu apa yang dimaksud bid’ah dan apa saja bahayanya? Disini kami sajikan pembahasan sedikit seputar  bid’ah dan bahayanya. Semoga bermanfaat.

Para Salafush Sholih memahami hadits diatas sebagaimana dinukil dari Abdullah bin Umar, beliau berkata:”Setiap bid’ah adalah kesesatan walaupun dipandang oleh manusia sebagai kebaikan.”{ Diriwayatkan oleh Lalikai dalam Syarah Ushul I’tiqod:126 Dishohihkan oleh Al-Albani dalam Ahkam Janaiz hal. 258}

Bid’ah menurut bahasa adalah “sesuatu yang baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana disebut dalam surat Al-Baqoroh : 117 dan Surat Al-Ahqof : 9 .

Adapun Bid’ah secara istilah syar’i adalah sebagaimana dikatakan oleh Imam Asy-Syahtibi didalam kitabnya Al-I’tishom 1/37: “Satu jalan dalam agama yang diada-adakan yang menyamai syariat yang diniatkan dengan menempuhnya berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah.” Bid’ah tidak mempunyai dasar yang ditunjukkan syari’at. Adapun yang ada dasarnya dalam syari’at, maka itu bukanlah bid’ah walaupun tidak ditentukan nash-nya secara khusus.

Adapun mengadakan suatu perkara yang tidak diniatkan untuk agama tetapi semata diniatkan untuk terealisasinya Adapun jika bid’ah dalam urusan agama maka pasti jelek dan tersesat. Amal ibadah atau keyakinan baru yang tidak ada contohnya dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan amalnya ditolak.

“Barang siapa mengada-ada di dalam agama kami ini yang tidak ada didalamnya maka ditolak.”

{HR. Bukhori 9/201 }

Bukan hanya ditolak, tetapi pelaku bid’ah disiksa pada hari Qiamat, karena dia menandingi syari’at Allah, baca surat Ali Imron : 85 .

Ibnu Katsir menafsirkan surat Ali Imron : 85 ini sebagai berikut : “ Barangsiapa yang menempuh jalan selain yang disyari’atkan oleh Allah, maka tidak diterima amalnya.” { Tafsir Ibnu Katsir 2/70 }

Dengan dalil di atas, jelas bahwa semua bentuk ibadah yang tidak ada tuntunan dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, seperti peringatan mauled Nabi, Nisyfu Sya’ban, Isro’ Mi’roj, Dzikir bersama, Ziarah ke kubur  wali, dan amal bid’ah lainnya adalah bid’ah Dholalah, tersesat, bukan bid’ah hasanah, berdasarkan sabda Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Maka sesungguhnya setiap bid’ah itu tersesat.” {HR. Ibnu Majah 1/49. Dishohihkan Al-Albani dalam kitab Islahul Masajid 1/82 }

BAHAYA BID’AH

  1. a. Bid’ah lebih berbahaya daripada maksiat

Umumya pelaku maksiat bersembunyi karena merasa berdosa, tapi pelaku bid’ah terang-terangan karena merasa melakukan perbuatan yang baik dan mendapat pahala.

  1. b. Pelakunya orang paling tersesat

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawanafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.” { QS. Al-Qoshosh[26] : 50 }

  1. c. Allah menutup taubatnya ahli bid’ah

Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :”Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap Ahli Bid’ah.” (Dishohihkan oleh Al-Albani dalam silsilah Shohihah 2/364 )

  1. d. Amal bid’ah lebih disukai oleh Iblis daripada Maksiat

Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Bid’ah lebih disukai oleh Iblis daripada maksiat, karena maksiat boleh jadi orangnya akan bertobat.” ( Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 11/473 )

  1. e. Bid’ah merusak Sunnah

Orang yang senang mengamalkan Bid’ah pasti akan meninggalkan dan membenci Sunnah.

  1. f. Pelakunya menipu Ummat karena berprinsip “Yang penting tujuannya baik”

Orang yang hanya mementingkan niat yang baik tanpa melihat apakah amalnya sesuai dengan contoh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ataukah tidak adalah ciri sifat orang munafik.

“Maka apakah orang yang dijadikan (syetan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh Syetan)?” {QS. Fathir [35] : 8 }

  1. g. Ahli Bid’ah itu sombong, merasa dirinya lebih pandai dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

Imam Malik Rohimahullah berkata : “Barangsiapa membuat amal ibadah baru di dalam Islam, lalu dia menilainya baik, sungguh dia menuduh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengkhianati risalah Allah. {Al-Hatsu ala Ittiba’ Sunnah :44}

CIRI PERUSAK SUNNAH DAN PEMBELA BID’AH

  1. 1. Mencela para sahabat Rodhiyallahu’anhu dan membenci orang yang membela Sunnahnya.

Imam Barbahari Rohimahullah berkata: “Jika kamu melihat orang mencela salah satu sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ketahuilahdia itu busuk mulutnya dan penyembah hawa nafsu.”

{ Syarhus Sunnah Al-Barbahari 103 }

  1. 2. Bicaranya nyeleneh penuh syubhat

Umar bin Khoththob Rodhiyallahu’anhu berkata: “Akan muncul manusia membantah kamu dengan menggunakan ayat mutasyabihat, maka bantahlah dengan As-Sunnah, karena ahlus sunnah lebih faham dengan Al-Qur an.” { Al-Ibanah 1/250 }

  1. 3. Suka mengkritik pemerintah, bukannya menasehati dan memperbaiki

Imam Barbahari Rohimahullah berkata:”Jika kamu melihat orang yang mengolok-olok pemerintah, ketahuilah dia itu penyembah hawa nafsu.” { Al-Barbahari 136 }

  1. 4. Membenci ahli Hadits dan atsardari sahabat, tabi’in dan ulama Sunnah sesudah mereka
  2. Membenci dakwah Tauhid, membiarkan Syirik dan Bid’ah serta lebih suka da’wah dengan cerita, lagu-lagu. Lihat surat Al-Ghofir[40] : 12
  3. Mereka pemecah belah Ummat dan penipu, mengajak manusia kepada golongannya karena fanatic golongan. Baca surat Ali Imron[3] : 103

AGAR DIRIMU SELAMAT DARI BAHAYA BID’AH

  • Tuntutlah ilmu dien dengan pemahaman Salafush Sholih, yaitu dengan mendatangi majelis ilmu yang disampaikan oleh para ustadz salaf
  • Jangan tertipu dengan penampilan dan banyaknya pengikut, tetaplah diatas haq sekalipun dibenci umat
  • Jauhilah orang yang membenci dan menyerang pemahaman salaf
  • Jauhilah partai, organisasi dan perkumpulan bid’ah. Lihat QS. Al-An’am[07] : 159 .
  • Bila anda menjadi Ta’mir masjid, bersihkan masjid dari penceramah ahli bid’ah
  • Jangan datangi majelis ahli bid’ah
  • Bersabar diatas pemahaman Salafush Sholih
  • Sebutlah nama kelompok bid’ah dan amal bid;ahnya agar dirimu tetap membenci mereka dan agar manusia menjauhinya
  • Hindari berdebat dengan mereka, karena mereka membenci sunnah
  • Hindari ilmu kalam, manthiq, filsafat, mereka perusak akal dan agama

di kutil dari : ibnu’s notes

Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih]

Banyak orang ketika ada orang yang mengatakan tentang bid’ah sudah berpikiran orang ini orang radikal, menyimpang, dan lain-lain. Tapi apakah kita sudah tahu apa yang dimaksud bid’ah dan apa saja bahayanya? Disini kami sajikan pembahasan sedikit seputar  bid’ah dan bahayanya. Semoga bermanfaat.

Para Salafush Sholih memahami hadits diatas sebagaimana dinukil dari Abdullah bin Umar, beliau berkata:”Setiap bid’ah adalah kesesatan walaupun dipandang oleh manusia sebagai kebaikan.”{ Diriwayatkan oleh Lalikai dalam Syarah Ushul I’tiqod:126 Dishohihkan oleh Al-Albani dalam Ahkam Janaiz hal. 258}

Bid’ah menurut bahasa adalah “sesuatu yang baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana disebut dalam surat Al-Baqoroh : 117 dan Surat Al-Ahqof : 9 .

Adapun Bid’ah secara istilah syar’i adalah sebagaimana dikatakan oleh Imam Asy-Syahtibi didalam kitabnya Al-I’tishom 1/37: “Satu jalan dalam agama yang diada-adakan yang menyamai syariat yang diniatkan dengan menempuhnya berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah.” Bid’ah tidak mempunyai dasar yang ditunjukkan syari’at. Adapun yang ada dasarnya dalam syari’at, maka itu bukanlah bid’ah walaupun tidak ditentukan nash-nya secara khusus.

Adapun mengadakan suatu perkara yang tidak diniatkan untuk agama tetapi semata diniatkan untuk terealisasinya Adapun jika bid’ah dalam urusan agama maka pasti jelek dan tersesat. Amal ibadah atau keyakinan baru yang tidak ada contohnya dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan amalnya ditolak.

“Barang siapa mengada-ada di dalam agama kami ini yang tidak ada didalamnya maka ditolak.”

{HR. Bukhori 9/201 }

Bukan hanya ditolak, tetapi pelaku bid’ah disiksa pada hari Qiamat, karena dia menandingi syari’at Allah, baca surat Ali Imron : 85 .

Ibnu Katsir menafsirkan surat Ali Imron : 85 ini sebagai berikut : “ Barangsiapa yang menempuh jalan selain yang disyari’atkan oleh Allah, maka tidak diterima amalnya.” { Tafsir Ibnu Katsir 2/70 }

Dengan dalil di atas, jelas bahwa semua bentuk ibadah yang tidak ada tuntunan dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, seperti peringatan mauled Nabi, Nisyfu Sya’ban, Isro’ Mi’roj, Dzikir bersama, Ziarah ke kubur  wali, dan amal bid’ah lainnya adalah bid’ah Dholalah, tersesat, bukan bid’ah hasanah, berdasarkan sabda Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Maka sesungguhnya setiap bid’ah itu tersesat.” {HR. Ibnu Majah 1/49. Dishohihkan Al-Albani dalam kitab Islahul Masajid 1/82 }

BAHAYA BID’AH

  1. a. Bid’ah lebih berbahaya daripada maksiat

Umumya pelaku maksiat bersembunyi karena merasa berdosa, tapi pelaku bid’ah terang-terangan karena merasa melakukan perbuatan yang baik dan mendapat pahala.

  1. b. Pelakunya orang paling tersesat

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawanafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.” { QS. Al-Qoshosh[26] : 50 }

  1. c. Allah menutup taubatnya ahli bid’ah

Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :”Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap Ahli Bid’ah.” (Dishohihkan oleh Al-Albani dalam silsilah Shohihah 2/364 )

  1. d. Amal bid’ah lebih disukai oleh Iblis daripada Maksiat

Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Bid’ah lebih disukai oleh Iblis daripada maksiat, karena maksiat boleh jadi orangnya akan bertobat.” ( Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 11/473 )

  1. e. Bid’ah merusak Sunnah

Orang yang senang mengamalkan Bid’ah pasti akan meninggalkan dan membenci Sunnah.

  1. f. Pelakunya menipu Ummat karena berprinsip “Yang penting tujuannya baik”

Orang yang hanya mementingkan niat yang baik tanpa melihat apakah amalnya sesuai dengan contoh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ataukah tidak adalah ciri sifat orang munafik.

“Maka apakah orang yang dijadikan (syetan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh Syetan)?” {QS. Fathir [35] : 8 }

  1. g. Ahli Bid’ah itu sombong, merasa dirinya lebih pandai dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

Imam Malik Rohimahullah berkata : “Barangsiapa membuat amal ibadah baru di dalam Islam, lalu dia menilainya baik, sungguh dia menuduh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengkhianati risalah Allah. {Al-Hatsu ala Ittiba’ Sunnah :44}

CIRI PERUSAK SUNNAH DAN PEMBELA BID’AH

  1. 1. Mencela para sahabat Rodhiyallahu’anhu dan membenci orang yang membela Sunnahnya.

Imam Barbahari Rohimahullah berkata: “Jika kamu melihat orang mencela salah satu sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ketahuilahdia itu busuk mulutnya dan penyembah hawa nafsu.”

{ Syarhus Sunnah Al-Barbahari 103 }

  1. 2. Bicaranya nyeleneh penuh syubhat

Umar bin Khoththob Rodhiyallahu’anhu berkata: “Akan muncul manusia membantah kamu dengan menggunakan ayat mutasyabihat, maka bantahlah dengan As-Sunnah, karena ahlus sunnah lebih faham dengan Al-Qur an.” { Al-Ibanah 1/250 }

  1. 3. Suka mengkritik pemerintah, bukannya menasehati dan memperbaiki

Imam Barbahari Rohimahullah berkata:”Jika kamu melihat orang yang mengolok-olok pemerintah, ketahuilah dia itu penyembah hawa nafsu.” { Al-Barbahari 136 }

  1. 4. Membenci ahli Hadits dan atsardari sahabat, tabi’in dan ulama Sunnah sesudah mereka
  2. Membenci dakwah Tauhid, membiarkan Syirik dan Bid’ah serta lebih suka da’wah dengan cerita, lagu-lagu. Lihat surat Al-Ghofir[40] : 12
  3. Mereka pemecah belah Ummat dan penipu, mengajak manusia kepada golongannya karena fanatic golongan. Baca surat Ali Imron[3] : 103

AGAR DIRIMU SELAMAT DARI BAHAYA BID’AH

  • Tuntutlah ilmu dien dengan pemahaman Salafush Sholih, yaitu dengan mendatangi majelis ilmu yang disampaikan oleh para ustadz salaf
  • Jangan tertipu dengan penampilan dan banyaknya pengikut, tetaplah diatas haq sekalipun dibenci umat
  • Jauhilah orang yang membenci dan menyerang pemahaman salaf
  • Jauhilah partai, organisasi dan perkumpulan bid’ah. Lihat QS. Al-An’am[07] : 159 .
  • Bila anda menjadi Ta’mir masjid, bersihkan masjid dari penceramah ahli bid’ah
  • Jangan datangi majelis ahli bid’ah
  • Bersabar diatas pemahaman Salafush Sholih
  • Sebutlah nama kelompok bid’ah dan amal bid;ahnya agar dirimu tetap membenci mereka dan agar manusia menjauhinya
  • Hindari berdebat dengan mereka, karena mereka membenci sunnah
  • Hindari ilmu kalam, manthiq, filsafat, mereka perusak akal dan agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: