28 Mei 2009

Dear Di,

Di kamu tahu hari ini saya berangkat kekampus tepat jam 07.25 dan pas datang saya lihat dian baru keluar dari gudang. Dia adalah teman sekaligus ketua saya diorganisasi Cinta Divisi. Saya pergi tanpa basa-basi kepadanya. Di saya masuk kekampus dan mulai membaca komik yang sedang saya  garap sekarang.

Di jujur saja saat ini saya sedang menjauhi salah satu cewek di kelas. Alasanya simple saja, dia sudah terlalu dekat dengan saya dan saya  jadi berani melakukan hal yang menurut dia sendiri bukan kepribadianku. Ya saya menutupi ini dengan tetap menyapa nya. Tapi saya tidak berani lagi dekat dengannya. Apapun yang terjadi saya harus bisa melindungi tanganku ini untuk tidak menyentuh sesuatu hal yang masih bisa mengacaukan hubungan baik diantara kami. Hubungan antara dua teman yang saling mengingatkan ketika salah satu dari kami ada yang lupa akan sesuatu. In other hand I do not want to say if I like her, because she was have aboy friend. And if I see, she fun with him.

Di hari ini AP tidak jadi kuis tau deh kenapa yang jelas pada waktu itu beliau menjelas kan kembali tentang telephone. Saya hanya mendengarkan beberapa penjelasan yang beliau utarakan. Di doakan agar aku bisa menyerap pelajaran hari ini.

Di kamu tahu aku membaca sebuah kalimat di komik yang mengatakan kalau kita sedang berkumpul dengan orang banyak, pada saat kita tidak berada didekat mereka maka mereka akan khawatir terhadap kita tapi mereka juga tidak tahu kalau kita sudah tidak bersama mereka. Di apakah pada saat aku tidak ada orang lain akan mencari ku atau malah mereka acuh terhadap ketiadaaan diriku. Di kamu tahu di dunia nyata ini saya hanya berusaha untuk tetap hidup tanpa memperhatikan orang disekeliling saya. Atau mungkin sebalik nya mereka tidak memperhatikan saya. Mungkin untuk membuktikan nya saya harus tidak ada di dunia ini. Tapi itu membuktikan kebodohan ku yang teramatsangat.

Di dalam hidup ku aku ingin sekali mencintai dan dicintai dengan sepenuh hati seperti halnya para pecinta lainya yang mencicipi pahit manisnya dunia cinta yang kelabu. Hidup ini hanya ladang yang diciptakan oleh Allah untuk kita tanami dengan semua tananaman yang akan kita panen nanti di satu alamsebelum alam terakhir. Saya hanya beralasan bahwa hidup hanya sebuah cara kita untuk menjadi apa yang kita inginkan.

Di hanya yang mengerti diriku ini, mungkin hanya dirimu yang selalu yang akan merindukan diriku sebagai kaum minoritas di dunia ini. Kan aku adalah kaum mayoritas yang sangat menentukan terhadap dunia kita ini. Di aku takut untuk percaya terhadap seseorang, saya takut ada orang yang mengerti diriku yang bodoh ini, atau saya justru takut kalau semua dunia ini berubah dan sangat tergantung terhadap keputusan ku yang pelinplan.

Nb:” semoga besok saya bisa mendapatkan nilai diatas 70 pelajaran grafis.

Di semoga saya bisa menemukan cinta yang benar-benar Allah dan ibu ridai. Terutama ijin Mu ya Allah.

2 responses to this post.

  1. Keren cep blogna……

    bagi2 ilmuna atuh……

    heheheh……

    saling membantu dan saling mengunjunginya cep..
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: